Felix Yanwar


1. alkisah ada seorang pelaut yang ingin melayari samudera lepas | dan dia sangat bersemangat untuk itu, dengan keyakinan yang hebat

2. dia memulai impiannya itu dengan membuat kapal dari kayu terbaik | dengan disan terbaik, dari pembuat kapal yang terbaik, semua laik

3. kapalnya dirancang untuk menampung sampai ratusan kru kapal | juga dengan gudang perbekalan yang memadai selama setahun penuh

4. tidak hanya itu, berbulan-bulan dia habiskan merekrut kru paling hebat | mewawancarai, menyortir, melatih bahkan menyatukan jadi tim

5. entah berapa malam dia habiskan untuk merencanakan perjalanannya | menjangka dan menggaris peta, menulis poin demi poin rancangan

6. saat itu tiba, layar yang dijahit dikembangkan, sauh diangkat | semua sudah siap berlayar, mengarungi samudera tanpa batas

7. akhirnya, inilah saatnya menjemput impian, mereka berlayar | hari demi hari, bulan demi bulan, semua terlewati..

8. sampai akhirnya pelaut kita ini sadar, dan tercengang | ada satu hal yang dia lupakan selama ini, yang terpenting! PENUNJUK ARAH!

9. dia tengok kiri-kanan muka-belakang, semua sama-sama horison | lautan tak bertepi, tiada petunjuk ataupun penanda arah apapun

10. lunglai, semua persiapan selama ini, PERCUMA | bila sudah salah tujuan, maka apapun jadi sia-sia

11. sebenarnya pelaut itu sama seperti kita di dunia, tak tahu apapun | bedanya hidup kita tak bisa balik lagi, namun analoginya sama

12. hidup tanpa arah itu sia-sia, menjalani hidup tanpa petunjuk itu PERCUMA | perbekalan apapun takkan mencukupi, takkan membantu apapun

13. berlayar tanpa navigasi itu cari mati, di dunia tanpa petunjuk itu sesat pasti | maka yang paling penting di dalam hidup itu tahu ARAH

14. bila ARAH sudah benar, perbekalan, kru, kapal, barulah manfaat | bila ada PENUNJUK ARAH, itu baru perjalanan, karena ada tujuan

15. dunia ini lautan yang menyesatkan, dan PENUNJUK ARAH kita adalah AL-QURAN | siapa jauh darinya, pasti akan tersesat, pasti hilang arah

16. lucu, hari-hari ini kita saksikan manusia, sibuk siapkan kapal, kru, perbekalan | tapi jauh dari AL-QURAN, lupa membawa PENUNJUK ARAH

17. maka wajar dunia memperdaya dirinya, tak puas, galau, sedih, kecewa, depresi | ujung hidupnya? menumpuk penuh kesia-siaan, PERCUMA

18. yang sudah salah jalan di dunia dan mati, tak bisa peringatkan kita | yang betul jalannya dan sudah tenang, juga tak bisa pandu kita

19. bocoran dan PENUNJUK ARAH di dunia satu-satunya ya dari Allah dan Rasul-Nya | Kitabullah dan Sunnah, itu PETUNJUK yang pastinya

20. AL-QURAN itu cahaya, siapa jadikan ia PENUNJUK ARAH | maka jalannya akan TERANG, pasti ARAH di jalan Allah smile emoticon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shalat

Berhenti mengucapkan istilah SUNA RASUL di malam jum'at!

Nikmatnya Ilmu Pengetahuan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *